Instansi-instansi Pemerintah Sedang Mengupayakan Lebih Banyak Perjanjian Perdagangan Bebas Dengan Thailand Agar Sejalan Dengan Para Pesaingnya Di ASEAN - LIVC

Instansi-instansi Pemerintah Sedang Mengupayakan Lebih Banyak Perjanjian Perdagangan Bebas Dengan Thailand Agar Sejalan Dengan Para Pesaingnya Di ASEAN

Kantor Kebijakan dan Strategi Perdagangan negara pada hari Jumat mendesak pemerintah untuk menegosiasikan lebih banyak perjanjian perdagangan bebas (FTA) untuk meningkatkan kerja sama ekonomi karena jumlah perjanjian tersebut masih rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Thailand saat ini memiliki 15 perjanjian perdagangan bebas aktif dengan 19 negara, enam di antaranya merupakan perjanjian bilateral antara Thailand, Australia, Selandia Baru, Jepang, India, Peru dan Chili.

Sementara itu, terdapat delapan perjanjian tingkat regional dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), di mana Thailand menjadi anggotanya, serta Tiongkok, Jepang, Korea, Australia, Selandia Baru, India, dan Hong Kong. Masyarakat Ekonomi ASEAN. Perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang baru-baru ini diikuti oleh Thailand adalah Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), yang melibatkan 15 negara, termasuk 10 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Australia, Tiongkok, Jepang, Selandia Baru, dan Korea. .

Vietnam, saingan utama Thailand di ASEAN, telah menandatangani 16 perjanjian perdagangan bebas dengan 45 negara, dengan lebih banyak mitra dibandingkan Thailand, termasuk Uni Ekonomi Eurasia, Kuba dan Inggris, kata Sekretaris Jenderal TPSO Punpong Nayanapakorn. Vietnam juga merupakan anggota RCEP dan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP). Thailand belum bergabung dengan CPTPP.

Sementara itu, Indonesia, pesaing ASEAN lainnya, memiliki 14 perjanjian perdagangan bebas aktif dengan 22 negara, termasuk anggota Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) dan Uni Emirat Arab. Indonesia juga merupakan anggota RCEP.

Punpong menekankan bahwa Thailand tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara di Oseania, Amerika Selatan, Uni Eropa atau Eurasia, sehingga menempatkan Thailand pada posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan Vietnam dan Indonesia. Ia mendesak instansi terkait fokus pada negosiasi dengan negara-negara di kawasan untuk meningkatkan daya saing negara dalam perdagangan internasional.

Menurut TPSO, tahun lalu, Thailand mengekspor barang senilai $167,2 miliar ke mitra FTA, Vietnam mengekspor barang senilai $223,89 miliar ke mitranya, dan Indonesia mengekspor $181,66 miliar ke mitranya.

Kantor tersebut menambahkan bahwa Thailand sedang menegosiasikan tujuh perjanjian perdagangan bebas lagi yang diharapkan akan selesai pada tahun ini. Mitra potensial dalam perjanjian tersebut termasuk Uni Emirat Arab, Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa, Kanada, Pakistan dan Turki.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Article

Sektor Jasa Dan Pariwisata Thailand Pulih Dari Pertumbuhan Yang Lambat Di Bulan Februari

Next Article

61 Perusahaan UEA Yang Berinvestasi Di Thailand, Dan Masih Banyak Lagi Yang Akan Datang: DITP

Related Posts